Demam Jilbab
Agustus 11, 2008
Ketika gw tiba di kota ini pertama kali, gw cukup terhenyak oleh banyaknya perempuan yang memakai jilbab. Baik anak sekolah, wanita karir, ibu-ibu rumah tangga maupun pengemis di pinggiran jalan. Jelas kalau jilbab menunjukkan identitas agama. Namun, persoalannya ga semudah itu. Banyaknya tabloid dan majalah yang bernuansa islami menawarkan suatu keharusan bahwa model sampulnya perempuan dengan jilbab (atau pria dengan peci dan baju koko). Oh iya, gw ga menulis perihal cowok yang memakai baju koko dan peci bukan lantaran gender atau patriakal ya.
Sinetron di televisi juga menayangkan fenomena serupa. Mungkin, setelah suksesnya film ga mutu yang bernama ayat-ayat cinta, pemakaian jilbab makin gencar. Dan jilbab bukan sekedar warna putih atau kain polos. Pernah ada, jilbab yang beraneka warna dan diserasikan dengan baju atau rok. Ada juga jilbab yang berenda dan ada motifnya. Mungkin ada juga boneka barbie yang menggunakan jilbab sebagai barbie timur tengah atau khas indonesia, mungkin?
Yang jelas, jilbab bukan sebatas segmen muslim atau agama. Namun berorientasi pada pasar. Salah satunya dunia selebritis yang saat ini banyak membicarakan sinetron dan film bernuansa muslim. Otomatis yang dibutuhkan artis yang berjilbab sebagai tokoh protagonis. Engga, gw nulis ini bukan karena gw sirik atau karena gw ga berjilbab atau lantaran gw bukan orang beragama, cuma fenomena agama sering kali bukan soal ekspresi iman seseorang. Justru lebih dibentuk oleh kaedah pasar atau mungkin negara. Misalnya, banyak pegawai (negeri) yang pake jilbab seragam. Toh, jilbab yang tadinya pilihan individu boleh jadi ditafsirkan dan dipaksakan sehingga kita lupa makna yang terdalam dari ekspresi iman seseorang.
“Mungkin biar ga digodain cowok ya? Atau biar ga binal” komentar teman gw.
” Ah, engga juga. Lo pernah liat khan video porno yang ceweknya pake jilbab?” balas teman gw yang lain.
Ga tau deh. Rupa, corak dan model jilbab yang telah ada seolah menjawab berbagai pilihan perempuan muslim di tengah dunianya. Jilbab yang modis dan stylis bagi perempuan modis, jilbab yang menutup tubuh hingga cuma matanya yang terlihat, dsb.
Yang gw tau, apa yang orang pake, belum tentu 100 persen menunjukkan kesejatian dirinya. Bisa jadi cuma topeng. Mudah-mudahan engga…